Jusman Amin

Death Du Jour

Temperance Brennan, seorang ahli antropologi forensik, diminta mengidentifikasi jenazah seorang biarawati yang telah meninggal lebih satu abad. Tugas yang dibebankan kepadanya oleh keuskupan di Montreal ini tampaknya sebuah tugas yang sederhana dan menarik.
Tugas tersebut ternyata memiliki titik singgung dengan tugas berikutnya yang menyeretnya ke dalam petulangan yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidupnya. Peristiwa demi peristiwa yang muncul silih berganti membawanya ke dalam jalinan misteri yang mengerikan dan sejumlah pembunuhan yang kekejamannya melebihi batas-batas akal sehat manusia.
Semuanya diawali oleh usaha pengidentifikasian tulang-belulang sejumlah korban pembunuhan di sebuah rumah yang terbakar hebat di tengah bekunya cuaca di Quebec, Kanada. Salah satu korban adalah seorang nenek berusia 80-an tahun yang tewas ditembak, serta sepasang pria dan wanita serta dua bayi yang dibantai dengan cara yang membuat bulu kuduk merinding. Satu sosok lagi ditemukan dalam kondisi yang lebih mengenaskan. Selain itu, dua mayat wanita ditemukan di sebuah pulau surga bagi primata di North Carolina, dengan kondisi yang sama.
Menghilangnya dua orang wanita, yang salah satu di antaranya adalah adiknya sendiri, menyebabkan benang misteri yang dirasakan semakin kusut saja. Semua kejadian itu menyediakan berbagai petunjuk yang harus ditelaahnya dengan cermat dan teliti agar mampu mengungkapkan cerita di balik misteri itu.
Dengan mengandalkan kemampuan analisis forensik serta bantuan rekan-rekan akademisnya, termasuk detektif Andrew Ryan yang telah memikat hatinya, Tempe dipaksa berpacu dengan waktu untuk memecahkan misteri ini. Sebelum terjadi malapetakan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain lebih banyak lagi.

Link Download:
Death Du Jour







READMORE
 

Agama To Lotang

       Agama To Lantang lahir dalam sebuah tatanan yang telah terbentuk secara apik dalam masyarakat Bugis, agama mereka secara tersirat terdapat dalam sebuah tulisan yang sering disebut sebagai La Galigo. Epos ini mengisahkan bahwa dewa utama yang disembah oleh manusia (sebelum masuknya islam) adalah Patotoqe atau Sang Penentu Nasib yang bermukim di istana Boting Langiq atau Kerajaan Langit. Patotoqe mengutus anaknya ke bumi yang bernama Togeq Langiq atau yang disebut sebagai Batara Guru. Kemudian Batara Guru menikah dengan sepupuhnya bernama We Nyiliq Timo dari Kerajaan Bawah Laut. Inilah yang merupakan cikal bakal dari raja-raja di bumi. Dewa-dewa itulah yang disembah dalam kepercayaan lama masyarakat bugis.

     Sekelompok minoritas Bugis, yang sebagian besar menetap di Desa Buloe, Kabupaten Wajo, dan Amparita Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) adalah penganut To Lotang yang masih konsisten mempertahankan agama leluhur.

     Menurut sejarahnya, pada awalnya nenek monyang To Lotang berasal dari Tanah Wajo. Ketika Islam masuk di Wajo dan diterima sebagai agama Kerajaan, semua masyarakat memeluk Islam kecuali penduduk Desa Wani yang menolak islam. Raja pun mengusir sebagian penduduk Desa Wani yang lalu menetap di Desa Buloe, Kabupaten Wajo, dan sebagian lainnya mengungsi ke Desa Amparita, Kabupaten Sidenrang Rappang (Sidrap).

     Penganut To Lotang memercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa yang mereka sebut "Dewata Seuae". Menurut mereka, kehidupan manusia di dunia ini adalah kehidupan periode kedua. Periode pertama yakni periode zaman Sewerigading dan pengikutnya. Kitab suci mereka adalah La Galigo dan nabi mereka adalah Sawerigading. Kitab suci La Galigo dan nabi Sawerigading itulah kepercayaan klasik yang dijaga hingga kini oleh masyarakat To Lotang.

     Seperti dalam La Galigo, pemimpin agama tertinggi disebut uwaq. Kepadanyalah segala persembahan dan doa disampaikan. Kemudian Uwaq-lah yang menyampaikan permintaan-permintaan kepada sang dewata. Di bawah Uwaq terdapat uwaq-uwaq lain, yakni uwaq pendamping dari pemimpin uwaq. Uwaq-uwaq pendamping inilah yang membantu pemimpin uwaq atau ketua uwaq dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Uwaq-uwaq pendamping ini berjumlah 7 orang.

     Penganut To Lotang mengakui adanya Mola Lelang (Menelusuri Jalan) yang berarti kewajiban yang harus dijalankan oleh penganutnya sebagai pengabdian kepada Sang Dewata Seuae. Kewajiban tersebut ada 3 macam yakni :

1. mappaenre Inanre (membawa sesembahan nasi);
2. tudang sipulung (duduk berkumpul);
3. sipulung (berkumpul),
     Kegiatan-kegiatan itu dipimpin oleh uwaq dan dibantu oleh uwaq-uwaq pendampingnya.

     Ada dua aliran dalam agama To Lotang: To Lotang To Wani dan To Lotang To Benteng. Penganut To Lotang To Wani melaksanakan agama leluhur mereka secara murni, sedangkan penganut To Lotang To Benteng mengakui bahwa mereka beragama Islam tetapi sehari-harinya masih melaksanakan ajaran To Lotang. Ajaran Islam yang laksanakan hanya sebatas acara perkawinan dan acara kematian.

     Berikut pemaparan Kepercayaan dari dua Aliran To Lotang.

To Lotang To Wani
-  Mengaku tidak lagi mengikuti Sawerigading tetapi hanya mengikuti ajaran La Pannaungi.
- Taggilinna Sinapatie artinya sebagai perubahan situasi dunia yang dihuni oleh manusia baru setelah musnah.
-  Ada periode Appengenna To Wani, tidak ada Sabuqna.
-  Perkawinan menurut keyakinan adat sendiri.
-  Penyelenggaraan mayat dengan cara sendiri.
-  Pusat ritus Sipulung di Perriq Nyameng.
-  Tempat kegiatan persembahan adalah kuburan.
-  Tidak mengakui kalau mereka Islam.

To Lotang To Benteng
-  Mengaku mengikuti ajaran Sawerigading.
Taggilinna Sinapatie, diartikannya sebagai perjalanan Sawerigading ke langit ke 7 susun dan
bumi 7 lapis.
-  Tidak adanya Appengenna To Wani tetapi mengakui Sabuqna yang menggambarkan Sawerigading pulang ke tanah 7 lapis untuk memegang jabatan baru.
-  Acara perkawinan berdasarkan Islam.
-  penyelenggaraan mayat secara Islam.
-  Pusat kegiatan di sumur kecuali kuburan Uwattaq Matanre Batunna.
-  Secara formal mengaku Islam 

     Sebuah kepercayaan yang telah mengakar dalam masyarakat membentuk sebuah keniscayaan yang amat luhur sehingga menjadi cakupan dalam tatanan sistem yang melahirkan budaya. Agama To Lontang secara kasat mata mungkin kita bisa samakan dengan agama atau kepercayaan lainnya yang berasal dari kearifan bangsa ini. Namun karakteristik dari masing-masing kepercayaan atau agama tersebut amatlah berbeda, baik dalam segi isi maupun kandungannya, sehingga corak dari masyarakat pendukungnya pun dapat kita lihat memunyai perbedaan yang mendasar.



Kepustakaan:
http://www.ahmadmaulana.com/2008/12/20
http://buginese.blogspot.com/
http://lagaligo.net/

Sumber:
http://wacannusantara.org/






READMORE
 

Kongruensi Segitiga

Dalam Postingan ini dibahas tentang hubungan kongruensi antarpoligon, secara khusus membahas tentang kongruensi segitiga. Untuk mengawali pembahasan terlebih dahulu perlu dipahami tentang korespondensi satu-satu. Dua poligon dikatakan saling berkorespondensi jika banyaknya titik sudut dari kedua poligon sama.

Poligon ABCD berkorespondensi dengan poligon EFGH, ini berarti:
a.         Titik A berkorespondensi dengan titik E, titik B berkorespondensi dengan titik F, dan seterusnya.
b.        Sisi AB berkorespondensi dengan sisi EF, sisi BC berkorespondensi dengan sisi FG, dan seterusnya.
c.         Sudut A berkorespondensi dengan sudut E, sudut B berkorespondensi dengan sudut F, dan seterusnya.
Definisi: dua poligon adalah kongruen jika ada korespondensi satu-satu antara titik-titik sudutnya sedemikian sehingga:
a.         Semua pasangan sisi yang saling berkorespondensi adalah kongruen;
b.        Semua pasangan sudut yang saling berkorespondensi adalah kongruen.
Postulat: dua segitiga kongruen jika ada korespondensi antara titik-titik sudutnya sedemikian sehingga dua sisi dan sudut apitnya dari segitiga yang satu kongruen dengan unsur yang berkorespondensi dari segitiga yang lain (sisi, sudut, sisi).
Postulat: dua segitiga kongruen jika ada korespondensi antara titik-titik sudutnya sedemikian sehingga dua sudut dan sisi apitnya dari segitiga yang satu kongruen dengan unsur yang berkorespondensi dari segitiga yang lain (sudut, sisi. Sudut).
Contoh soal:
Diketahui AD dan BC saling membagi 2 di titik E.
Buktikan: Δ AEB kongruen Δ DEC
Bukti:








READMORE
 

Aplikasi Tajwid

Bagi anda yang mau belajar tajwid, atau sementara belajar tajwid, atau sudah belajar tajwid tapi  lupa-lupa ingat. hehe..
Mungkin aplikasi  Tajwid yang satu ini dapat membantu. Menurut saya aplikasi ini sangat komplit karena semua ilmu tajwid lengkap di dalamnya, ditambah dengan contoh-contoh, yang lebih bagusnya lagi karena ejaan cara pengucapannya juga tersedia (memiliki suara).
So, tunggu apalagi langsung saja download aplikasi tajwid ini.






Link Download:







READMORE
 

Aplikasi Pengunci Folder

Apakah anda memiliki suatu file rahasia yang tidak ingin diketahui orang. Berpikir bagaimana untuk menyembunyikannya.
Jika anda merasa demikian, maka saya sarankan untuk menggunakan aplikasi yang satu ini yaitu Folder Gembok.
Jadi anda tidak perlu repaot-repot untuk menyembunyikannya, karena dengan aplikasi ini suatu folder yang dikunci tidak dapat dibuka, dihapus, tidak disalin apalagi dipindahkan.
Penggunaannya juga mudah, setelah anda menginstall aplikasi, buka aplikasi tersebut maka akan tampak seperti gambar di samping.
klik lock kemudian klik kotak paling kanan sejajar dengan lock kemudian cari folder yang ingin di kunci. lalu klik process maka folder tersebut akan berubah menjadi gambar gembok dan selesai. kini folder anda yang berisi file rahasia tersebut sudah aman. Untuk membukanya tinggal pilih unlock. Gampangkan...
Bagi yang berminat klik link download di bawah ini.

Link Download:







READMORE
 

Kirim Email Tanpa Memiliki Akun Email

Siapa bilang kirim email tanpa memiliki akun email itu tidak bisa. Pada postingan kali ini saya akan berbagi sebuah aplikasi yang dapat mengirim email tanpa harus memiliki akun email terlebih dahulu, tidak usah repot-repot membuat suatu alamat email, meregistrasi pada website penyedia email.
Aplikasi tersebut adalah Mail Anyone Anywhere. Aplikasi ini memiliki banyak kelebihan, diantaranya, Mengirim email tanpa memiliki akun email, juga dapat tersedia menu Attachments, yang bisa digunakan untuk mengirim file, ukurannya juga ringan, dan tanpa harus di install alias portable.
So, bagi yang ingin Download aplikasi Mail Anyone Anywhere, klik link Download di bawah ini.










Link Download:







READMORE
 

Buku Contextual Teaching and Learning Matematika untuk Kelas 7

Download buku Contextual Teaching and Learning Matematika Sekolah Menengah Pertama Kelas 7 di sini.






















READMORE
 

AGH. Muhammad As'ad

Anre Gurutta (AG) H. M. As’ad. (Dalam masyarakat Bugis dahulu beliau digelar Anre Gurutta Puang Aji Sade’). Beliau merupakan Mahaguru dari Gurutta Ambo Dalle (1900 - 1996), adalah putra Bugis, yang lahir di Mekkah pada hari Senin 12 Rabi’ul Akhir 1326 H/1907 M dari pasangan Syekh H. Abd. Rasyid, seorang ulama asal Bugis yang bermukim di Makkah al-Mukarramah, dengan Hj. St. Saleha binti H. Abd. Rahman yang bergelar Guru Terru al-Bugisiy.
Pada akhir tahun 1347 H/1928 M, dalam usia sekitar 21 tahun. AG H. M. As’ad merasa terpanggil untuk pulang ke tanah leluhur, tanah Bugis, guna menyebarkan dan mengajarkan agama Islam kepada penduduk tanah Wajo khususnya, dan Sulawesi pada umumnya. Beliau berbekal ilmu pengetahuan agama yang mendalam dan gelora panggilan ilahi, disertai semangat perjuangan yang selalu membara. Pada waktu itu, memang berbagai macam bid’ah dan khurafat masih mewarnai pengamalan agama Islam, oleh karena kurangnya pendidikan dan da’wah Islamiyah kepada mereka.
Langkah pertama yang dilakukan beliau setelah tiba di kota Sengkang adalah mulai mengadakan pengajian khalaqah di rumah kediamannya. Di samping itu beliau mengadakan da’wah Islamiyah di mana-mana, serta membongkar tempat-tempat penyembahan dan berhala-berhala yang ada disekitar kota Sengkang. Pada tahun pertama gerakan beliau, bersama dengan santri-santri yang berdatangan dari daerah Wajo serta daerah-daerah lainnya, beliau berhasil membongkar lebih kurang 200 tempat penyembahan dan berhala.
Pada tahun 1348 H/1929 M, Petta Arung Matoa Wajo, Andi Oddang, meminta nasehat Anre Gurutta H. M. As’ad tentang pembangunan kembali masjid yang dikenal dengan nama Masjid Jami, yang terletak di tengah-tengah kota Sengkang pada waktu itu. Setelah mengadakan permusyawaratan dengan beberapa tokoh masyarakat Wajo, yaitu : (!) AG H. M. As’ad, (2) H. Donggala, (3) La Baderu, (4) La Tajang, (5) Asten Pensiun, dan (6) Guru Maudu, maka dicapailah kesepakatan bahwa mesjid yang sudah tua itu perlu dibangun kembali. Pembangunan kembali masjid itu dimulai pada bulan Rabiul Awal 1348 H/1929 M, dan selesai pada bulan Rabiul Awal 1349/1930 M. Setelah selesai pembangunannya, maka Masjid Jami itu diserahkan oleh Petta Arung Matoa Wajo Andi Oddang kepada AG H. M. As’ad untuk digunakan sebagai tempat pengajian, pendidikan, dan da’wah Islam. Sejak itulah beliau mendirikan madrasah di Mesjid Jami’ itu, dan diberi nama al-Madrasah al-‘Arabiyyah al-Islamiyyah (MAI) Wajo. 
Tingkatan-tingkatan yang beliau bina pada waktu itu adalah:
1. Tahdiriyah, 3 tahun
2. Ibtidaiyah, 4 tahun
3. Tsanawiyah, 3 tahun
4. I’dadiyah, 1 tahun
5. Aliyah, 3 tahun
 
Semua kegiatan persekolahan ini dipimpin langsung oleh AG H. M. As’ad, dibantu oleh dua orang ulama besar, yaitu Sayid Abdullah Dahlan garut, ex. Mufti Besar Madinah al-Munawwarah, dan Syekh Abdul Jawad Bone. Beliau juga dibantu oleh murid-murid senior beliau seperti AG H. Daud Ismali, dan almarhum AG H. Abd. Rahman Ambo Dalle.
Pengajian khalaqah (pesantren) yang diadakan setiap ba’da shalat Subuh, ba’da shalat Ashar, dan ba’da shalat Magrib, yang semula diadakan di rumah beliau, dipindahkan kegiatannya ke Mesjid Jami Sengkang.
Pesantren dan Madrasah yang didirikan dan dibina oleh beliau itulah yang menjadi cikal bakal Pondok Pesantren As’adiyah sekarang.
Selain Pesantren dan Madrasah tersebut di atas, AG H. M. As’ad juga membuka suatu lembaga pendidikan yang baru, yaitu Tahfizul Qur’an, yang dipimpin langsung oleh beliau, dan bertempat di Masjid Jami Sengkang.
Pada tahun 1350 H/1931 M. atas prakarsa Andi Cella Petta Patolae (Petta Ennengnge), dengan dukungan tokoh-tokoh masyarakat Wajo, dibangunlah gedung berlantai dua di samping belakang Masjid Jami Sengkang. Bangunan itu diperuntukkah bagi kegiatan al-Madrasah al-Arabiyyah al-Islamiyyah (MAI) Wajo, karena santrinya semakin bertambah.
AG H. M. As’ad berpulang ke rahmatullah pada hari Senin 12 Rabiul Akhir 1372 H/29 Desember 1952 M. dalam usia 45 tahun. Sesuai dengan wasiat beliau beberapa saat sebelum wafat, peninggalan beliau berupa Madrasah dan pesantren kemudian dilanjutkan pembinaannya oleh dua murid senior beliau; AG H. Daud Ismail, dan AG H. M. Yunus Martan.
Pada tanggal 13 Agustus 1999, berdasarkan Undang-undang No. 6 Tahun 1959, dan Keppres RI No. 076/TK/Tahun 1999, Presiden RI telah menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Mahaputra Naraya kepada AG H. M. As’ad, karena jasa-jasa beliau yang luar biasa terhadapa negara dan bangsa Indonesia. Tanda penghormatan itu diterima di Jakarta atas nama beliau oleh putra beliau, H. Abd. Rahman As’ad.


Sumber: http://www.asadiyahsengkang.or.id/index.php







READMORE